Selasa, 16 Juli 2013

Tadabbur al-Qur'an

"Namanya juga tadabbur, melihat sesuatu dari sesuatu dan kepada akibat-akibatnya yang paling jauh. Yang mau mikir ini biasanya yang punya konsep dan pola pikir.(Ust. Bachtiar Nasir, Lc)"

Apa perbedaan tadabbur dan tafsir?
Tadabbur bisa dilakukan oleh siapa saja, sementara tafsir hanya bisa dilakukan oleh seorang mufassir. Orang berhak mengamalkan al-Qur'an sesuai dengan tingkat pengetahuannya. Tapi tidak boleh mereka men-tadabburi al-Qur'an sebelum mempelajari tafsir.

Maksud Anda?
Jadi sebelum men-tadabburi sebuah ayat al-Qur'an, peserta saya wajibkan untuk membaca ayat yang ditafsirkan dengan ayat, ayat yang ditafsirkan dengan Sunnah, tafsir ayat menurut Sahabat dan Tabi'in, dan juga pendapat para pakar di bidangnya. Setelah itu barulah pendapat kita masing-masing. Tidak boleh baru baca terjemahan al-Qur'an sudah berani improvisasi tadabbur al-Qur'an.

Mengapa Anda lebih fokus untuk menyajikan tadabbur al-Qur'an ke tengah umat Islam?
Titik akhir dari seseorang mempelajari al-Qur'an adalah bagaimana bisa mengamalkan setiap ayat yang ada dalam al-Qur'an, walau dengan tingkat pengetahuan yang tidak terlalu tinggi. Sekarang ini banyak orang yang mempelajari tafsir hanya sampai pada tingkat afektif, berkutat kosakata, dan keilmiahan. Terutama setelah meluas pemikiran hermeunetika dan gencarnya sekulerisme. Andaikan saya menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang hal ini, wah umat akan kewalahan.

Atas dasar itu saya fokus di tadabbur, karena bagi saya setiap orang itu berhak melihat al-Qur'an dari sudut pandangnya. Tidak mesti kalau saya jadi pengajar tadabbur, lantas lebih benar dari mereka. Namun yang mesti diingat, orang yang mempelajari tadabbur harus sungguh-sungguh, bisa membaca al-Qur'an, dan membaca tafsir yang saya sebutkan tadi. Peserta tadabbur juga saya berikan modul yang isinya empat tafsir tadi.

Tafsir apa yang Anda gunakan dalam modul tersebut?
Yang saya masukan dalam modul itu nyontek semuanya. Tafsir Qur'an bil Qur'an saya nyontek dari Tafsir 'Adwaul Bayan karya Ahmad al-Badawi asy-Syinqithi. Tafsir bi Sunnah saya ambil dari Ath-Thabari dan Ibnu Abbas. Lalu Asbabun Nuzul, saya nyontek dari Al-Wahidi. Sementara, untuk kosa kata saya nyontek dari Al-Ashbahani dan Bil Qaini. Jadi saya tidak membuat yang baru, hanya menyontek dari kitab-kitab tersebut.

Selanjutnya, saya yang akan berimprovisasi sendiri.

Improvisasi bagaimana yang Anda lakukan?
Saya selalu mengaitkan dengan konteks kekinian, walaupun saya tidak bisa jamin persis. Tadabbur yang saya kembangkan di lapangan sebetulnya secara data itu nyontek 100 persen dari tafsir klasik. Kemudian, saya meminta kepada peserta untuk mengeksplorasi, apa pendapat kekiniannya setelah saya install data-data klasik.

Misalnya?
Setiap orang berhak untuk men-tadabburi sebuah peristiwa dikaitkan dengan al-Qur'an. Misalnya saya tanya Dekan Fakultas Geologi ITB, "Apa pendapat antum tentang bencana alam kalau dikaitkan dengan al-Qur'an?" Dia bilang, "Tidak adil Allah kalau Allah nggak bikin bencana di era sekarang, akan habis sumberdaya alam, dan anak cucu kita bisa-bisa tidak kebagian apa-apa." Itu tafsir menurut orang geologi.

Kabarnya Anda juga membawa para peserta ke tempat terjadi bencana hanya untuk mentadabburi ayat-ayat bencana?
Ya, di sana kita melakukan tadabbur al-Qur'an, sekaligus amaliyah. Biasanya kalau dekat, kita pakai bis rombongan kesana. Motivasinya, kita melihat ayat-ayat Allah, bagaimana Allah menunjukkan kekuasaannya yang berbeda dari ketenangan biasanya. Namun kesana tidak hanya iba-iba dan belajar. Harus ada aksi yang dilkaukan. Biasanya aksi yang kita lakukan selama 3 bulan.

Mengaa Anda merasa perlu mengajak peserta mempunyai kepedulian terhadap sesama dengan melakukan amaliyah tadi?
Kalau kita ambil perkataany Abu Darda bahwa tadabbur itu bukan hanya mengerti huruf per huruf, tapi mesti muncul dalam amal. Amal itulah bentuk tadabbur. Ibnu Qayyim juga menekankan bahwa tadabbur itu harus sampai pada tingkat implementasi.

Kalau kita kembali pada zaman Sahabat, generasi al-Qur'an terbaik, saya temukan para Sahabat itu (kalau men-tadabburi al-Qur'an) mulai dari cara baca yang benar, (menelaah) hukum-hukumnya, sampai mereka bertanya bagaimana mengimplementasikannya.


1 komentar:

  1. SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG
    PALING MISKIN
    DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA .ISTRI DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN 2
    DAN 10 TAHUN ITU
    KAMI TIDAK PERNAH? MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN
    TULANG BERSAMA,SUAMI SAYA
    UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP
    KELUARGA SAYA..AKHIRNYA
    AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMAL YANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU
    SEMUA TIDAK PERNAH
    MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASA AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG
    MEMBERIKAN NOMOR,
    (MBAH JOYO RATMO) ,, SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI,
    (MBAH JOYO RATMO). DAN
    AKHIRNYA,(MBAH JOYO RATMO y , MEMBERIKAN ANGKA GHOIBNYA, ,4D... DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI
    SAYA SANGAT
    BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA
    TERIMAH KASIH SAYA KEPADA
    MBAH SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN.(MBAH JOYO RATMO) BAGI ANDA YANG
    INGIN MERUBA NASIB
    SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI (MBAH JOYO RATMO) DI NO 085-242-474-478-
    DEMI ALLAH LANGIT DAN BUMI PASTI TEMBUS 100% ..

    BalasHapus