Ikhwah fillah, tahapan dakwah dimana kita berpijak bersama-sama hingga saat ini
adalah tahapan yang sangat sulit, penuh dengan tantangan dan tekanan hegemoni
hedonis yang menjadikan kesenangan dan kenikmatan materi menjadi tujuan utama
dalam hidup ini. Kita berada di kondisi akhir zaman dimana nilai-nilai akhlak
yang luhur berserakan, etika kemanusiaan diabaikan, kebenaran semakin
diburamkan dan kemungkaran dibenarkan secara terang-terangan. Kita berada pada
masa dimana penyakit wahan, cinta akan dunia dan takut mati semakin
mendarah daging. Itu semua terjadi tatkala kita disini tertatih-tatih
menjalankan peran kita sebagai aktivis dakwah kampus, memainkan peran ganda
sebagai pelajar dan pelayan umat. Itu semua terjadi tatkala kita masih berupaya
untuk bisa menjadi saudara yang mengerti tafahum memahami kebutuhan
saudara seiman. Itu semua terjadi tatkala kita masih membolak-balik lembar
konsep hubungan yang lurus pemimpin dengan yang dipimpin. Itu semua terjadi
tatkala disini kita masih belajar mengeja untuk kemudian membaca sistem dakwah
yang kiranya pantas diterapkan. Itu semua terjadi ketika amanah dakwah yang
semakin berat saja menguji kejujuran dan ketulusan iman para kader-kader dakwah.
Ikhwah Fillah, entah apa yang bisa dilakukan. Tidak tahu solusi macam apa yang bisa ditawarkan. Yang jelas ada satu pesan yang ingin saya sampaikan sebagaimana pesan ini pun pernah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam setiap mengutus seorang delegasi yang akan membuka suatu daerah, berdakwah menyeru manusia kepada Islam di dalamnya. Pesan mulia inilah yang tertanam kuat didalam hati-hati utusan Rasullah ini sehingga dakwah mereka diterima dan pada akhirnya Islam berhasil mengorbit hingga di 2/3 dunia. Sebuah pesan yang merupakan bekal awal bagi para penyeru dakwah yang akan menemaninya di dalam perjalanan dakwah yang sangat panjang, terjal dan penuh liku ujian. Sebuah pesan yang mampu meneguhkan setiap langkah mereka, berhasil mencapai istiqomah hingga berakhir dengan husnul khotimah.
Ittaqillah !
Ikhwah Fillah, entah apa yang bisa dilakukan. Tidak tahu solusi macam apa yang bisa ditawarkan. Yang jelas ada satu pesan yang ingin saya sampaikan sebagaimana pesan ini pun pernah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam setiap mengutus seorang delegasi yang akan membuka suatu daerah, berdakwah menyeru manusia kepada Islam di dalamnya. Pesan mulia inilah yang tertanam kuat didalam hati-hati utusan Rasullah ini sehingga dakwah mereka diterima dan pada akhirnya Islam berhasil mengorbit hingga di 2/3 dunia. Sebuah pesan yang merupakan bekal awal bagi para penyeru dakwah yang akan menemaninya di dalam perjalanan dakwah yang sangat panjang, terjal dan penuh liku ujian. Sebuah pesan yang mampu meneguhkan setiap langkah mereka, berhasil mencapai istiqomah hingga berakhir dengan husnul khotimah.
Ittaqillah !
Bertakwalah
kepada Allah.
وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً وَ يَرْزُقْهُ مِنْ
حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan jalan keluar baginya dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang
tidak dia sangka-sangka.” (Q.S. ath-Thalaq:
2-3)
وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
kemudahan dalam urusannya.” (Q.s. ath-Thalaq: 4)
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dan
bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarimu, dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.” (Q.s. al-Baqarah: 282)
Ittaqillaha haytsuma kunta !
Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar