Selasa, 22 Maret 2016

Mengenal Sosok Ridwansyah Yusuf Achmad

Saya mengenalnya, sejak awal aktif dalam pergerakan Islam di Kampus. Beliau betul-betul menginspirasi hidup saya, dan atas Izin Allah, melalui buku-buku beliau tentang dakwah kampus, langkah saya terbimbing selama membuat keputusan-keputusan di dalam organisasi kampus yang saya jalani. Jazahullahu bi Ahsanil Jaza'. Yuk. Kita coba kenali lebih jauh sosok beliau...

*** 
Salam Cinta untuk Perdamaian dan Perjuangan, Salam Hangat untuk Sahabat Semua ^^. Perkenalkan nama saya Ridwansyah Yusuf Achmad. Nama yang unik dan penuh beban (jika Anda percaya bahwa nama itu do’a). Ridwan berasal dari malaikat ridwan yang bermakna menjaga atau mengawal. Syah identik dengan nama raja di palembang. Bisa jadi ridwansyah berarti “menjaga kerajaan, menjaga amanah, menjaga negara, atau bisa juga kalau mau heroik, pemimpin negara yang mampu menjaga rakyatnya. Yusuf dari nama Nabi Yusuf, dan achmad adalah nama kecil dari nabi Muhammad. Semoga sifat sifat yang di doakan melalui nama ini dapat saya wujudkan. 
Saya dilahirkan di bumi Allah ini dalam di waktu yang tidak terduga,-dunia medis menyebutnya prematur-. Lahir sebelum waktunya dengan berat badan yang lebih berbobot ketimbang bayi pada umumnya, itulah saya di saat permulaan memulai kehidupan di dunia ini. Dengan tanda lahir di punggung, dokter saat itu mengatakan kepada mama saya, “anak ini akan banyak menanggung beban kelak”. Hingga saat ini saya belum begitu mengerti makna di balik pesan sang dokter. Tetapi saya mengganggap, mungkin beban dunia akan saya pikul. Memikirkan kebahagiaan masyarakat menjadi bagian dari kehidupan saya.
Saya berasal dari keluarga bahagia, dengan papa Achmad Junus alumnus Teknik Mesin ITB angkatan 78 ,seorang profesional pekerja keras dan ikhlas di bidang perminyakan, dan mama Erlinda Muslim alumnus teknik industri ITB angkatan 79 ,seorang penyayang yang berprofesi sebagai dosen di Teknik Industri, Universitas Indonesia. Saya anak kedua dari empat bersaudara, abang saya Nuhansyah Sulaiman sudah menikah dengan uni riafeni karlina, mereka saat ini sedang mengambil Ph.D di tohoku university, Jepang. Adik saya Nadhila Shabrina merupakan mahasiswi Teknik Elektro-Arus kuat di ITB, dan Adik saya yang paling kecil Muhammad Rizqi saat ini bersekolah di SMP 85 Jakarta.
Memasuki taman kanak-kanak di usia yang juga cukup muda, yakni 2 tahun di TK Islam Amanah. Disana saya belajar tentang kehidupan dan agama. Sebuah permulaan menuntut ilmu yang sungguh menyenangkan, belajar mengenal benda mati dan hidup. Mengenal senyum tawa dan canda yang bersatu padu dalam keriangan masa kanak-kanak. SD Negeri 12 Pondok Pinang Jakarta menjadi tempat pelabuhan pertama saya dalam pendidikan dasar, di usia yang masih muda, yakni 5 tahun. Peran sebagai pemimpin pertama kali saya rasakan di kelas 1 SD, yakni sebagai ketua kelas, yang bertanggung jawab memimpin barisan sebelum masuk dan salaman ke guru. Lalu memimpin do’a sebelum kami meninggalkan kelas. Sebuah amanah yang sangat sederhana tentu, tetapi sejak itu saya sudah di ajarkan tentang tanggung jawab.
Ketika kelas 2 SD, saya mengikuti papa saya yang ditugaskan di Houston, Texas, Amerika Serikat. Disana saya bersekolah di sekolah umum, -walnut bend elementary school-. Sebuah pembelajaran yang sangat besar tentu disana, saya harus berterimakasih kepada papa saya yang menjerumuskan anaknya di sekolah umum,padahal saat itu saya belum bisa berbahasa inggris. Akan tetapi, “keterpaksaan” memahami bahasa inggris dengan cepat agar bisa mengikuti pelajaran menjadi pemicu untuk diri saya. Dan Alhamdulillah, satu tahun di sekolah umum, bersaing dengan orang amerika lain, saya termasuk dalam kelompok murid yang terbilang bernilai baik.
Sekembalinya dari amerika, saya melanjutkan kembali sekolah dasar di SD Negeri 12 Pondok Pinang. Saat liburan akhir caturwulan di kelas 3, sebuah kejadian besar mengubah cara pandang saya menikmati dan mensyukuri hidup. Saat itu, saya di vonis oleh dokter terkena accute lymphoblastic leukemia, atau orang awam mengenalnya dengan kanker darah. Bukan berita yang membahagiakan tentunya buat saya dan keluarga. Penyakit tersebut memang bisa disembuhkan, akan tetapi dengan presentase kesembuhan total yang kecil dan butuh waktu lama untuk membuat seseorang pulih dengan sempurna, atau bisa jadi memang tidak akan sempurna.
Selama kelas 4 SD, saya 100 % tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah, karena secara fisik belum kuat. Saat itu saya sedang menjalani pengobatan chemotheraphy yang berdampak pada lemahnya daya tahan tubuh. Akan tetapi, berkat kebaikan wali kelas saya ibu ngatiyem, saya di izinkan untuk tetap ikut ujian dan beliau bersedia langsung datang ke rumah untuk mengawasi saya mengikuti ujian. Alhamdulillah, atas izin Allah, saat caturwulan ketiga, menjelang kenaikan kelas 5, saya menempati rangking 7 di kelas.
Tiga tahun sejak di vonis terkena leukemia, adalah tahun tahun dimana rumah sakit menjadi rumah keduaku. Jarum suntik sebagai mainan dan bangsal rumah sakit sudah menjadi kasur kedua. Tangisan rintihan sakit menahan jaru jarum itu menembus kulit saat chemotheraphy atau menembus tulang saat pengambilan sum sum tulang belakang, berangsur menghilang seiring sudah terbiasanya saya akan tusukan jarum. Setelah tiga tahun semua itu berakhir, tidak ada lagi zat kimia yang mematikan sel kanker yang masuk ke dalam tubuh saya lagi. Dan masuklah saya pada tahap penyembuhan dan pemulihan,hingga dipastikan sembuh total. Dokter mengatakan membutuhkan 4 tahun dari chemotheraphy terakhir hingga saya bisa dikatakan sembuh total. Itu artinya saat saya sekitar 1 SMA.
Memasuki Dunia SMP di SMP negeri 85 Pondok Labu, kehidupan datar pun dilalui pada mulanya. Menjadi siswa biasa yang tidak begitu aktif satu kelas 1 SMP. Akan tetapi saat kelas dua, saya mulai diajak oleh teman-teman untuk beraktifitas. Saya sempat mencalonkan diri menjadi ketua karya ilmiah siswa, akan tetapi saya gagal saat penyampaian visi misi, dan harus puas dengan menjabat sebagai wakil ketua. Selain itu, di SMP pula lah, saya mulai mengenal dunia pergerakan Islam., yakni saat saya diajak oleh teman saya untuk mendirikan sebuah ekstrakulikuler bernama Rohani Islam. Amanah sebagai sekretaris pun diberikan kepada saya, alhamdulillah Rohani Islam yang kami dirikan dahulu, masih beraktfifitas hingga saat ini.
Masa SMA adalah masa yang paling membahagiakan, saya sepakat dengan pernyataan tersebut. Di SMA seakan keberuntungan dan kemudahan hingga begitu saja ke saya. Terpilih secara aklamasi sebagai ketua kelas dari kelas 1 hingga kelas 3. Terlibat dalam berbagai kegiatan, english debate, rohani Islam, ekstrakulikuler fitness dan Majelis Perwakilan Kelas. Secara akademik, saya bukan siswa yang istimewa, hanya siswa yang menempati 10 besar di kelas. Akan tetapi, pengalama organisasi di SMA memberikan banyak pengaruh dan kesempatan untuk beraktualisasi. Saya sempat di amanahkan sebagai wakil ketua ekstrakulikuler fitness dan Ketua Umum Majelis Perwakilan Kelas, dan dikenal sebagai penggagas pertama pemilihan ketua OSIS dengan sistem kampanye terbuka.
Meninggalkan Jakarta dan menuju kampus dimana orang tua dan kakak saya menuntut ilmu, Institut Teknologi Bandung. Atas izin Allah, saya di beri kesempatan untuk menjadi bagian dari civitas academica ITB. Sebuah lingkungan pendidikan yang sangat amat harmonis dan progresif untuk belajar dan membentuk karakter yang kuat. Saya diterima sebagai mahasiswa Teknik Planologi angkatan 2005.
Awal mula sebagai mahasiswa, saya di amanahkan untuk dua peran informal sebagai wakil ketua angkatan mahasiswa planologi ITB 2005 dan ketua angkatan mahasiswa muslim ITB 2005. Jika di SMA saya lebih banyak di organisasi non-dakwah Islam. Di Kampus ITB, saya mencoba mendedikasikan diri untuk berjuang dan menginspirasi melalui Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS ) ITB. Hingga saat tingkat dua akhir, saya di amanahkan sebagai Kepala Keluarga Mahasiswa Islam ITB, bersama teman teman seangkatan, dimana Muhammad Luthfi Imam Nur Hakim dan Gumilar Rahmat Hidayat juga merupakan bagian dari dream team yang dibangun oleh kami saat itu. Kami mengemban amanah ini selama 1,5 tahun dengan berbagai karya dan inspirasi. Untuk saya pribadi, selama menjadi kepala GAMAIS ITB, saya telah menuliskan tiga buah buku, yakni :
1. Risalah Manajemen Dakwah Kampus edisi revisi
2. Rekayasa Lembaga Dakwah Kampus
3. Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus
Kami menyelesaikan amanah di GAMAIS ITB dengan IPK 3,91 yang diberikan oleh Majelis Syuro GAMAIS ITB sebagai bentuk penilaian dan apresiasi kepada kinerja yang telah kami torehkan.
Selepas dari Kepala GAMAIS ITB, saya di dorong oleh sahabat sahabat seperjuangan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Keluarga Mahasiswa ITB. Dengan bermodal visi besar tentang Indonesia, yang saya maktubkan dalam kalimat visi “MARI KITA BUAT INDONESIA TERSENYUM”. Saya terpilih oleh mayoritas mahasiswa ITB untuk mengembang amanah sebagai pemimpin tertinggi kemahasiswaan ITB pada periode 2009-2010.
Selama menjabat sebagai Presiden KM ITB, saya dan rekan rekan menggagas sebuah pola gerakan mahasiswa pasca-reformasi yang lebih seimbang antara gerakan horizontal ke masyarakat dan vertikal ke pemerintah untuk membangun citra mahasiswa yang produktif dan mau berkolaborasi. Kami membawa konsep entrepreneur, sociopreneur, dan technopreneur sebagai pola pembentukan karakter mahasiswa ITB. Dengan segala upaya yang diberikan, di akhir kepengurusan, kami diberikan nilai IPK 3,2 oleh kongres mahasiswa atas segala perubahan yang telah kami lakukan.
Kini saya berperan sebagai asisten peneliti di Kelompok Keahlian perencanaan wilayah dan desa, saya juga sebagai pemilik atas penerbit buku IDEASPHERE BOOKS serta tergabung dalam tim pendirian perushaan motor listrik bersama rekan-rekan seperjuangan yang kami beri nama MAHAYANA MOTORS PROJECT serta dalam pengusungan sebuah embrio CSR partner.
Kini saya sedang mempersiapkan sebuah ekspedisi jarak jauh untuk lebih mengenal Allah dan ciptaan-Nya dalam sebuah Perjalanan Qur’an yang merupakan satu langkah pembuktian bagi diri saya, apakah saya bisa menginspirasi dunia tanapa embel embel jabatan yang melekat pada saya. Tentunya selama perjalanan Qur’an ini akan ada banyak inspirasi yang bisa di serap, ilmu yang bisa di hikmahkan, dan pesan pesan alam yang bisa ditangkap selama perjalanan menuju baitullah. Bagi saya perjalan Qur’an ini bukanlah sebuah perjalanan biasa, karena di dalam nya akan banyak nikmat Allah yang akan saya syukuri, dan akan banyak ujian dari Allah yang akan saya lewati. Saya juga berharap perjalanan ini mampu menjadi inspirasi bagi para pemuda di Indonesia untuk bisa lebih berpikir bebas dan lepas untuk mewujudkan mimpi.
Rencana hidup saya di masa depan, saya akan melanjutkan jenjang akademik saya hingga mendapatkan gelar master di bidang ekonomi pembangunan dan Ph.D di bidang Politik untuk memantabkan keilmuan yang saya dapatkan di S-1 Teknik Planologi ITB. London School od Economics, di Inggris atau University of illinois-campaign di amerika serikat menjadi pilihan untuk menuntaskan perjalanan hidup “road to Ph.D”.
Saya berencana untuk menjadikan dosen di almamater saya sebagai profesi, dan menjadikan beberapa bisnis sebagai bagian dari implementasi dari semangat entrepreneur yang berkembang. cita-cita lain yang akan dilaksanakan saat saya sudah memiliki kemapanan dalam finansial adalah menjadi seorang community development organizer di daerah daerah terpencil di Indonesia.
Terjun di bidang politik dan pemerintahan menjadi sebuah langkah hidup yang saya yakini akan mengisi awal usia 40 tahun saya kelak. Dengan tetap membawa semangat MARI KITA BUAT INDONESIA TERSENYUM , saya bertekad bisa menjadi bagian dari perubahan Indonesia, menjadi bagian dalam rangka merangkai Senyum Indonesia yang Madani
Karena aku yakin bahwa perjalananhidup ini tiada arti tanpa cinta-Nya…..

sumber: https://perjalananquran.wordpress.com/about/ridwansyah-yusuf-achmad/

Sabtu, 03 Januari 2015

Buku Yang Menggunung

Banyak dari teman saya bertanya, 'Hah Angga, untuk apa membeli buku, toh jaman sekarang semuanya serba mudah cari di Internet, sayang kan uangnya'. Kata-kata di atas menurut saya ada benarnya, namun tidak sepenuhnya bisa dibenarkan, karena terasa seperti ada satu cara pandangan yang terlupakan, yaitu tentang: Manfaat buku yang tiada duanya.

Saya setuju kalau dikatakan bahwa kita akan merasakan kemudahan dalam memperoleh informasi yg CEPAT dan juga TEPAT ketika kita menelusuri lautan informasi di Internet. Namun terkadang, harus kita akui, bahwa informasi yg kita dapat dari sana, tidak selamanya memberikan informasi yg LENGKAP, sehingga sering sekali setelah membaca sebuah tulisan, rasa ingin tahu kita terhadap informasi tidak semuanya dapat terpenuhi, hingga akhirnya dengan agak dipaksakan kita berkata: 'Oh ya, saya sudah paham...' -- pengalaman pribadi

Nah, namun lain hal kalau kita mendapatkan informasi dgn buku, disamping informasi yg kita terima akan lengkap, kap, kap, disamping itu ada bbrp Keuntungan lainnya seperti:

1. Buku, akan melatih kita berpikir secara struktural dan sistematis, karena informasi yg disajikan oleh buku, memiliki karakteristik itu. Dampaknya? Dalam keseharian, kita akan mudah menangkap dan menata informasi yg kita dpt sehari-hari: dari dosen, berita, fenomena langsung dll.

2. Buku, akan mengajak kita untuk bisa bertutur dan berargumen lebih tentang satu pembahasan, karena kenapa? Setiap satu buku memiliki satu lautan informasi tertentu, yg luas dan mendalam. Dampaknya? Kita siap kalau suatu saat diminta u/ ngisi kuliah umum, atau kalau Ust. (dadakan) bisa isi ceramah, hihi.

3. Buku, memiliki daya tarik yg unik. Setiap lihat buku di meja belajar, inginnya belajar terus --agak berlebihan, tapi terkadang betulan

Dan masih banyak lagi manfaat buku yg tidak ada duanya, oh iya, satu lagi, dengan buku, itu juga bisa jadi hadiah berharga loh, ketika kita berikan kepada seseorang. Saat kita bingung cari hadiah, atau tidak ada anggaran untuk beli hadiah, maka buku bisa menjadi solusi terbaik. Hehe.

#cintaBuku #koleksiBuku #YukDiBaca

Senin, 17 November 2014

Bangun dan Singsingkan Lengan Baju ! (Ust.Noorahmat)

Membaca berita dan melihat fenomena akhir-akhir ini....ummat Islam Indonesia....sebagaimana biasanya....bisanya cuma marah-marah, boikot, demo dan aktifitas lain yang cenderung reaktif...yang justru menambah 'bahan bakar' untuk membully ummat Islam, sedangkan kejadian yang sudah terjadi...tetaplah terjadi...dan terus berulang terjadi.... sedihnya...sudah terlambat bereaksi, dibully pula...

Kalau diruntut lebih jauh...
Ummat Islam sempat menguat ketika ICMI berdiri, Soeharto naik haji, Bank Muamalat berdiri, Harian Republika terlahir dan kajian Ekonomi syariah serta kajian keislaman mulai mengisi relung bumi pertiwi...

Lalu momentum tiba-tiba berbalik diawali dengan pembredelan media sejenis Sabili, pengetatan lembaga keislaman ditambah 'pemiskinan' melalui fenomena krisis moneter yang melahirkan reformasi. Positifnya reformasi memang menyegarkan atmosfer masyarakat dalam berbangsa dan bernegara, menjamurnya ormas islam tanpa halangan, namun ketidaksiapan mental masyarakat yang terlalu lama terkungkung menjadikan negeri ini dipenuhi celah menganga yang kemudian dimanfaatkan serigala-serigala untuk menggerogoti kekayaan dan harga diri bangsa...

Kebijakan Pendidikan yang carut marut ditambah dengan menjamurnya media massa partisan yang jauh dari konten bermoral, menggerus jati diri bangsa hingga terlahir generasi instan yang malas membaca, malas berfikir, mudah tersulut emosi, labil, krisis identitas, kacau dalam logika berfikir, miskin dalam berbahasa dan bertutur, hingga akhirnya menggoyah struktur dan tatanan sosial yang dibangun berabad-abad sejak zaman Walisanga.

Sadarkah kita bahwa Indonesia sedang menjadi 'makanan' yang saat ini sumber daya yang dimiliki negeri ini dijadikan 'bancakan' serigala-serigala lapar? Berhentilah berdebat pada masalah-masalah khilafiyah, ada permasalah substansi yang harus dikerjakan untuk diselesaikan. Bukan untuk sekedar agenda 2019, atau Khilafah atau apapun istilah simbolistis lainnya.... Ini masalah tanggung jawab kita kepada Allah Azza wa Jalla yang menyandangkan amanah ke pundak kita untuk mengelola dan menjaga Indonesia agar kelak ketika kita serahkan kepada anak-cucu kita, Indonesia masih menjadi sebongkah firdaus yang diimpikan seluruh pejuang yang menumpahkan darah membanjiri hingga pelosok negeri untuk memerangi penjajahan atas Harta Jiwa dan Raga?

Sadarkah bahwa negeri ini kembali terjajah? Dan kali ini penjajahan dilaksanakan secara massive dan teroganisir melibatkan kepentingan yang menggurita dimana tentakel-nya telah menembus seluruh batas teritori?

Saudaraku...
Mengacu pada kitab "Qiyadaturrasul - As Siyasah wal Askariyyah", untuk menghadapi lawan yang merencanakan segala sesuatunya dengan rapi, terorganisir dan terstruktur ditambah pengalaman mengelola pertarungan yang mumpuni, dibutuhkan masyarakat yang memiliki beberapa hal sebagai berikut...

1. Pemimpin yang Cerdas dan memiliki integritas dalam segala hal.

2. Soliditas masyarakat yang terstruktur rapi serta memiliki sistematika pendidikan masyarakat yang solid, konsisten dan kuat.

3. Akademisi serta teknokrat yang menjiwai secara utuh visi misi serta garis perjuangan kemerdekaan Indonesia, cerdas kreatif dan sensitif dalam membaca situasi, visioner dan berwawasan luas serta tajam dalam merumuskan strategi dan terbebas dari sikap membebek/ABS (asal bos senang). Tidak terjangkiti penyakit cinta dunia serta memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi setiap detail kekuatan dan pergerakan para penjajah.

4.Masyarakat yang memiliki pemahaman yang utuh terhadap visi misi negara, berorientasi pada proses dalam menata sikap dan langkah kerjanya agar senantiasa segaris dengan garis besar kepentingan bangsa serta memiliki kualifikasi yang tinggi untuk selalu bertenaga dalam melakukan pergerakan massive dan selalu terjaga bersiap siaga bila sewaktu-waktu diperlukan tenaga, pikiran, harta bahkan jiwanya. Imun terhadap segala bentuk intervensi maupun intersepsi dan memiliki perbekalan emosional, spiritual, fisikal. Kuat dari sisi bangunan pemikiran individu (strong character and personality) dan tidak mudah menyerah dan terbina secara berkelanjutan.

Untuk para da'i penyeru kebenaran pengampu tongkat risalah dakwah....
Tidaklah cukup sekedar memiliki Aqidah yang lurus, melakukan Ibadah yang shahih serta kemampuan menjaga dan mengelola hawa nafsu. Sungguh Akhlak yang kokoh, Jasad yang kuat, Wawasan yang luas serta kemandirian finansial sangatlah penting. Demikian juga penguasaan atas kemampuan dasar seperti menjaga ketepatan dalam mengelola waktu serta rapih dan terencana dalam bekerja. Semua agar kita tetap dapat optimal dalam memberi manfaat bagi sesama manusia...

Selagi masih berada di bulan Muharam...tiada salahnya kita membersihkan sekaligus mengintrospeksi diri, apa maksiat yang telah kita lakukan (sebagak individu, organisasi maupun komunal) hingga negeri tempat raga berjuta muslim berpijak seakan tunduk lunglai dalam genggaman musuh-musuh Allah Azza wa Jalla. Ingatlah bahwa Indonesia berdiri dibawah pekikan TAKBIR...!!!

Sadarkah dimana kita berada saat ini ????

BANGUN DAN SINGSINGKAN LENGAN BAJU....!!!!

الله اكبر...الله اكبر...الله اكبر...!!!

Senin, 13 Oktober 2014

CompFest UI 2014 ! (Part 1)

Alhamdulillah. Hari ini berkesempatan untuk menceritakan kembali pengalaman seru dalam hidup saya. :) Sebuah pengalaman yang sengaja saya abadikan dalam tulisan, agar kelak bisa saya kenang kembali untuk bahan inspirasi, karena ada beberapa pelajaran dan pengetahuan berharga di dalamnya, syukur-syukur juga bisa menginspirasi orang banyak. :) Oh ya, disamping itu, karena memang saya saat ini, sedang belajar menulis. Hehe. Termotivasi juga oleh nasihat Mba Rindu Ade di akun FB-nya, beliau memotivasi kita semua agar membiasakan menulis, 'tulislah segala doa, harapan, dan mimpi. Karena dengan menulis, akan merawat jiwa kita', begitu pesan beliau. :)  Yaah, walaupun tulisan saya belum cukup baik, mudah-mudahan tetap bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. :) Coz, I'm a Writter Wannabe ! insyaAllah

Seperti biasanya, hari Minggu adalah hari yang tidak biasa bagi saya akhir-akhir ini, karena semenjak saat ini, hari Minggu adalah hari yang secara khusus saya manfaatkan untuk mencari pengalaman baru dalam hidup saya, sedikit keluar dari rutinitas mahasiswa yg hampir membosankan, hehe,saya sempatkan diri untuk bisa bertemu dengan teman-teman baru dan mengunjungi tempat-tempat yang memberi nuansa baru, tepat minggu kemarin, saya coba niatkan untuk menghadiri salah satu event besar yang diselenggarakan oleh kampus besar pula,  yaitu CompFest UI 2014. Experience The Incredible ! :)

COMPFEST 2014 !
Sudah tahu tentang event CompFest UI ? Ya, ini adalah event IT tahunan yang diadakan oleh teman-teman fakultas ilmu komputer UI. Saya pikir ini adalah event yang sangat besar, karena kalau dilihat, daftar media partners dan sponsornya bejibun (sangat banyak), wajar, karena memang ini adalah program kerja andalan mereka. Cukup menarik, event ini memperkenalkan kepada kita semua, tentang kebermanfaat teknologi informasi di zaman modern seperti saat ini. Mengusung tema "IT Empowerment For the Next Chapter of Globalization", waahhh, banyak sekali inspirasi untuk anak IT yang saya dapatkan dalam event ini. Mau tahu apa saja? Silahkan disimak... :)

Alhamdulillah saya sampai di Museum nasional pukul 10 pagi. Bermodalkan transportasi publik gratis (baca Busway), walaupun sempat nyasar karena khilaf terlalu larut membaca di dalam bus, tapi alhamdulillah tetap bisa sampai di lokasi di waktu yang sesuai dengan perencanaan. Hmm. Ada waktu sekitar 3 jam pikir saya, untuk mengeksplore event yang satu ini. Ada yang menarik, event ini diselenggarakan di dalam museum, jadi pengunjung, bisa dapat banyak hal sekaligus ketika berkunjung ke Museum Nasional kali ini, hmm, museumnya cukup terawat, dan juga terlihat bersih di dalamnya. Setelah menyempatkan waktu, untuk mengambil foto-foto wajah museum ini, saya pun langsung bergegas masuk, menuju meja panitia untuk melakukan registrasi. Wah, kelihatannya pengalaman kali ini akan sangat seru...

Museum Nasional
Papan Registrasi

Oh ya, event ini terdiri dari serangkain acara yang berlangsung cukup lama, di mulai dari bulan Mei, hingga puncaknya hari ini di bulan Oktober. Langsung saja saya bergegas masuk ke dalam. Dengan dipandu oleh panitia, saya di ajak mengunjungi stand pertama di event festival IT ini. Banyak sekali stand-stand yang menarik di festival ini. Masing-masing menyuguhkan program-program menarik mereka dalam dunia IT, juga dimeriahkan dengan games-games. Ada juga penampilan kompetisi dari berbagai bidang IT seperti Robotic, Programing, Multimedia dan sebagainya. Cuma ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan selama disana, yang sangat membuka wawasan saya dalam perkembangan dunia teknologi informasi hingga saat ini. Ini dia hal-hal menarik yang saya dapatkan....

1. Sumo Robot :)

Push !!!
Ini dia hal yang paling menarik perhatian saya, dan yang paling berhasil membuat saya berdiri cukup lama untuk memperhatikannya. SUMO ROBOT. Ya, seperti yang pembaca pahami dari namanya dan dari gambar yang bisa dilihat disebelah, terlihat 2 robot tengah saling beradu kekuatan, unjuk gigi, siapakan mesin yang paling cerdas di antara keduanya. Ya, ini adalah teknologi, dengan mengimplementasikan ilmu artificial intelligence ke dalam sebuah mesin, kita bisa membuat mesin-mesin layaknya 'hewan' cerdas, yang memiliki sensor dan algoritma-algoritma rumit di dalamnya. Hehe, mulai keluar bahasa anak IT-nya. :) Satu hal yang menarik dari penampilan ini, ternyata, kontestan yang terlibat di dalamnya, adalah anak-anak yang masih begitu muda, bahkan ada beberapa anak yang kelihatannya masih berumu 9-10 tahun, tapi terlihat sudah piawai membongkar pasang motor, dan memukul-mukul palu. Tak, tok, tak, tok. Dahsyat ! Hasyrat mereka untuk bermain, tidak biasa, mereka salurkan melalui mesin-mesin mainannya yang mampu bergerak dengan ilmu-ilmu yang mereka miliki. Hmm, ada satu anak kecil yang menarik perhatian saya, masih muda, lugu, polos, cuma mainannya, ROBOT BESAR yang begitu berisik, hehe, cuma sayang, saya tidak dapat fotonya

Hurry up ! up ! up !
Mereka saling berkompetisi, saling beradu pengetahuan, menunjukkan siapa yang paling gigih, hingga bisa membangunkan sang mesin yang tertidur. Pasion mereka terhadap robot, begitu terlihat dari sorotan mata-mata mereka. Pertandingan berlangsung begitu sehat dan damai, di akhiri dengan salam kehormatan, yang selamat dari nuansa kesombongan. :)

Sumo Robot Battle
Hmm, melihat kompetisi ini, saya jadi teringat, bapak robot yang kita banggakan. Ada yang tau siapa dia? Ayo ngacung? Yah, that's right ! Dia adalah Al-Jazari, sang perintis teknologi robotika. Dari namanya sepertinya kita langsung tersadar, bahwa ini adalah seorang ilmuwan Islam, ya, bukan ilmuwan dari Inggris, Eropa, Amerika ataupun Jepang. Ilmuwan muslim tulen, yang mengabdikan dirinya sebagai seorang ahli teknik mesin di Kerajaan Turki pada zamannya. Hmm, sepertinya kurang lengkap kalau saya belum lampirkan foto ilustrasi beliau, dalam pembahasan yang satu ini. :)

Al-Jazari, Sumber: dakwatuna.com
Robot pencuci tangan otomatis, Sumber: dakwatuna


















Ya, beliau pasti bangga, bahwa ide/ gagasannya dalam dunia robotika, cukup banyak membawa pengaruh yang baik hingga zaman sekarang. Begitupun kita bangga sebagai seorang muslim, karena memiliki sosok seperti beliau. Hmm, ada rencana untuk studi lanjut di bidang ini, kalau memang kedepan berjalan sesuai dengan rencana, insyaAllah ! :)

Oke, beranjak ke lokasi selanjutnya....

2. Statusfan.com

Playground
Nah, ini adalah salah satu jejaring sosial buatan anak Indonesia. Gagasan yang ditawarkan menarik, karena jejaring sosial yang satu ini, diperuntukan secara khusus untuk anak-anak, dan konten yang ditawarkan pun bersifat kekanakan. Berawal dari kegelisahan seorang programmer, yang memperhatikan banyaknya anak kecil yang mengkonsumsi jejaring sosial semisal FB, yang sebetulnya justeru jejaring sosial itu bukan diperuntukkan untuk anak-anak seusia mereka. Hingga mereka pada akhirnya secara terpaksa mengkonsumsi konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya, maka programmer ini pun urun tangan, dengan skill yang dimiliki dan mengajak teman sejawatnya, mereka bangun statusfan ini. Kelihatanya memang masih sangat sederhana, tapi motivasinya insyaAllah sudah ternilai begitu mulia. :)
http://statusfan.com/
Sebagaimana aplikasi baru pada umumnya, maka yang satu ini pun masih harus melalui proses-proses hingga saatnya nanti bisa menjadi jejaring sosial yang memasyarakat. Dibangun hampir 3 tahun, programmer muda yang -- saya lupa tanya namanya -- belajar di Universitas Mercu Buana ini, saat ini tengah fokus untuk mempublikasikan dulu jejaring sosial buatannya dan rekan-rekannya. Sejauh ini terhitung sudah sampai1469 pengguna dari kalangan anak-anak. Hebat ! Menginspirasi ! Mudah-mudahan bisa terus berkembang. Pembaca bisa langsung akses saja situsnya. Kita coba perhatikan, bagaimana perkembangan status jejaring sosial, karya anak bangsa satu ini kedepannya nanti. InsyaAllah, Indonesia bisa !

Alhamdulillah, jam tangan sudah menunjukkan pukul 12 siang, sudah waktunya Dzuhur, hmm, sepertinya kita break dulu pembahasan kali ini. :)

InsyaAllah masih ada kisah selanjutnya di CompFest UI 2014 ! (Part 2). Silahkan ditunggu :)

Sabtu, 11 Oktober 2014

Refleksi Sejenak (Edisi Oktober)

Bismillahirrahmanirrahim.

Hemm, malam minggu enaknya, diisi dengan kegiatan bermanfaat, dan juga bisa mengembalikan motivasi, ya, motivasi yang senantiasa naik turun, namun harus tetap dijaga, dengan apa? Bagi saya, salah satunya bisa dengan mencoba menulis.

Tulisan saya kali ini agak sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena disini, disamping menulis, saya juga sambil mencoba untuk mengevaluasi, atau kerennya mencoba merefleksikan, rencana-rencana apa saja yang akan saya lakukan di bulan Oktober kali ini. Dan ternyata, hmm, begitu banyak sekali rencana-rencana yang akan saya jalani di bulan ini. Hahh, bermodal Bismillah, dan Man Jadda Wajada, semoga saya bisa menjalani itu semua dengan baik. Aamiin. Apa saja rencana saya di bulan ini ? Check this out... :)

1. Lomba Karya Ilmiah
LKTI UNPAD 1435 H
Hah, pengalaman pertama mencoba ikut lomba menulis karya ilmiah, walau sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba-lomba menulis, tapi yang satu ini tetap berbeda, karena tulisan yang satu ini harus berbasiskan pada research/ penelitian, ya, berbeda dengan lomba-lomba menulis sebelumnya, yang hanya bersifat opini dan cenderung bebas dalam penulisannya. Waah, saya mencoba memberanikan diri untuk mengikuti lomba ini, karena lomba kali ini, sejalan dengan salah satu mimpi besar saya, Researcher Wannabe ! :) Disamping juga, karena tema yang diangkat panitia cukup menarik, mengangkat tema tentang al-Qur'an dan IPTEK. Hmm. Da'i dan Mahasiswa banget. :) Sangat menarik ! Cuma memang yang sangat menantang disini, deadline dari panitia ditetapkan tanggal 30 Oktober (3 minggu lagi), dan saya harus membaca banyak sekali literatur, untuk melahirkan sebuah ide/ gagasan briliant ! Bismillah. Man Jadda Wajada ~




2. Registrasi MITI - KM
Logo MITI 
Aha ! Ini adalah salah satu organisasi yang sudah lama menarik perhatian saya, MITI - KM (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia, Klaster Mahasiswa). Organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang Sains dan Ilmu Pengetahuan. Di momen yang pas, ketika tak lama lagi saya akan mengakhiri masa bakti saya sebagai salah satu pengurus di organisasi kampus, LDK MT Al-Khawarizmi, bismillah, mencoba mempercayakan organisasi (baca madrasah) kepada adik-adik penerus yang sholeh/ ah, organisasi yang lebih dari 3 tahun menjadi tempat saya belajar banyak hal, sudah saatnya saya percayakan kepada mereka semua. Dan kini beralih, untuk sebuah tanggung jawab yang tak kalah besar di MITI - KM. Tanggal 15 Oktober adalah tanggal yang saya tunggu-tunggu, karena pasalnya, di tanggal itu akan diumumkan hasil seleksi administrasi dari seluruh mahasiswa yang mendaftar, yang ada di Indonesia, jika lulus, maka masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara dan bertemu dengan mahasiswa pendaftar lainnya. Yaa Raab, Yaa Mujiib, Engkau mengetahui mana yang baik menurut hamba-Mu ini, jika memang MITI adalah tempat yang baik bagi saya sebagai tempat belajar dan berkembang kedepannya, maka mudahkanlah, mudahkanlah jalannya. Aamiin. Bismillah. MITI - KM. Coz, I'm a Researcer Wannabe ! insyaAllah :)

3. Jakarta Marathon bersama TFI

Jakarta Marathon 2014
Hmm, ini adalah event besar yang akan diselenggarakan oleh Ibu Kota kita, dan kampus saya kebetulan menjadi salah satu panitia penyelenggara dari kegiatan ini. Berawal dari motivasi ingin melakukan kegiatan yang, hmmm, sedikit berbeda dari kegiatan-kegiatan yang menjadi rutinitas mahasiswa, sekedar untuk memberi sedikit hiburan ke jiwa dan raga, saya mencoba bergabung ke event ini sebagai panitia dengan JobDesk yang sudah ditentukan. Namun naas, hehe, sampai saat ini status saya masih belum jelas, karena nama saya yang masih belum terdaftar sebagai panitia karena ada alasan keterlambatan dan kompleksitas pendataan. Tapi masih ada secercah harapan, syukurnya dibantu oleh ukh Dini, teman saya di kampus, saya masih mencoba untuk terus 'menggugat' ke TFI, sampai akhirnya, saya dapatkan email dan no. HP ketua TFI-nya. :) (senyum kemenangan). Mudah-mudahan masih ada kesempatan dan diberi kemudahan. :)


4. Wisuda Akbar Indonesia Menghafal (WAIM)

Brosur WAIM 2014
Nah, ini salah satu event yang tidak kalah kece di bulan Oktober ini, event Wisuda Akbar para hafidz/ ah dari Yayasan Darul Qur'an binaan Ust. Yusuf Mashur ini, menghadirkan salah satu qari ternama dalam dunia Islam. Yaitu, Syeikh Mishary Rasyid Alafasiy, dan kebetulan, beliau adalan qari yang paling saya senangi suaranya, ketika mendengarkan muratol al-Qur'an, bahkan saya berusaha meniru-niru suara beliau ketika membaca al-Quran, walaupun hingga saat ini belum bisa juga menandingi suara indah beliau. Ya Allah, keberkahan-Mu senantiasa dilimpahkan bagi mereka-mereka yang senantiasa dekat interaksinya dengan al-Qur'an, adalah suatu nikmat-Mu yang agung, ketika saya bisa bertemu dengan beliau, dan berkumpul dengan para hafidz/ah, bersama, membaca Kalam-Mu nan Agung. Allahummarhamnaa bil Qur'an. Aamin.

Dan masih banyak sekali event-event luar biasa yang sudah menanti di depan mata, semua hadir, sebagai penempaan agar saya siap untuk mencapai mimpi-mimpi besar saya kedepannya. insyaAllah. Sembari menjalani kesibukan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya menjalani ini semua dengan keyakinan, bahwa ini semua bermanfaat dan perlu saya ambil untuk membuat masa muda saya, menjadi lebih berwarna. :) Kalau kata Mas Ahmad Rifa'i Rifan mah,

"Jangan ragu untuk mencoba hal baru, yang seru dan menantang. Selama itu positif, cobalah. Puaskan rasa keingintahuanmu. Jangan sampai kelak saat usiamu sudah senja, kau mengisi hari dalam penyesalan. Bukan karena kegagalan, melainkan karena ketidakberanian melakukan suatu hal di saat usiamu masih muda."

Nice quote mas, sangat motivatif dan inspiratif. :)

Dan saya yakin bahwa ini semua bisa menunjang untuk keberhasilan dimasa depan. Keberhasilan dalam mencapai mimpi-mimpi saya. Semoga semuanya bisa dijalani dengan baik. Bismillah. MAN JADDA WAJADA !

Alhamdulillah.

Ahad, 12:47 AM.
Di Kosan Kesayangan.

Tertanda, Penulis yang baru belajar nulis. :)
Muhammad Angga Muttaqien.

Minggu, 28 September 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir: Go Ahead !


Alhamdulillah, tak terasa sekarang sudah sampai di tingkat akhir. Masa-masa yang paling mendebarkan, paling menentukan, tapi juga paling mengasyikan. Ya, saat ini saya sudah sampai di semester VII, semester terakhir bagi anak TI pada umumnya, dan di semester ini lah, kebanyakan dari mereka, berjibaku untuk menyelesaikan tugas terakhir, tugas yang paling besar dari segala tugas yang pernah diterima selama menjadi mahasiswa, yaitu SKRIPSI. Mohon doanya kawan, semoga kita semua bisa menyelesaikannya dengan baik :D

Begitupun dengan saya, alhamdulillah setelah berusaha menjalankan semester-semester lalu dengan baik, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan tugas saya sebagai mahasiswa lebih cepat, yaitu 3,5 tahun (insyaAllah). Hmm, menyelesaikan kuliah 3,5 tahun, bukan saya ingin cepat-cepat, tapi karena saya ingin bersegera, bersegera mengambil tantangan-tantangan baru yg sudah ada di depan mata saya saat ini, saya ingin menjawab segera semua tantangan itu, untuk bisa mencapai mimpi-mimpi besar saya. :)

Buku oh buku...
Hmm, semester terakhir ini kelihatannya akan menjadi sebuah petualangan yang luar biasa dalam hidup saya, menegangkan, mengasikkan, dan juga sepertinya akan mengharukan. Bagaimana tidak, di semester ini saya akan menghadapi semua mata kuliah advanced yang diterima oleh mahasiswa tingkat akhir, mengambil SKRIPSI sebagai tugas terakhir, menyelesaikan tumpukan buku-buku yang sudah mengantri untuk dibaca (buku oh buku), ya, sepertinya buku akan menjadi makanan saya sehari-hari, sahabat yang begitu setia menemani saya siang dan malam, dan juga di semester ini saya mulai belajar untuk menjadi seorang pengajar, dan di semester ini pula saya akan menyelesaikan amanah saya dan mengakhiri jabatan saya di organisasi, dan... banyak lagi janji-janji saya sebagai mahasiswa yang sudah saya deklarasikan, Ya Allah, semoga bisa saya tunaikan semua dengan baik di semester ini. Aamiin Yaa Rabb, bimbinglah hambamu ini...

Ya Allah, semoga saya bisa menuntaskan semuanya dengan baik, meninggalkan semuanya dengan sebuah keteladanan yang baik, bimbinglah hambamu ini Ya Allah, kuatkanlah langkah kaki hamba, agar bisa tetap semangat dalam memperjuangkan mimpi-mimpi yang sudah ditekadkannya, mimpi agar kelak bisa menjadi seorang pengajar yang bisa mendidik dan mengajarkan ilmu dengan baik, agar kelak bisa menjadi seorang penulis, yang mampu berbagi cerita dan kisah-kisah inspiratif nan bermanfaat, agar kelak bisa menjadi seorang peneliti yang sangat menghormati ilmu pengetahuan dan bisa menerbarkan kebermanfaatan yang ada di dalamnya, bagi umat manusia, bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia... Aamiin. (Mohon doanya)

I'm a Lecturer, Writer and Researcher Wanna Be ! Insya Allah. :)

Bismillah, Aamiin Yaa Raab...

My Blog

Alhamdulillah, kini blog saya tampil dengan pesona terbaru (setelah berpuluh2 kali bongkar-pasang). Lebih simple, praktis dan elegan. Blog dengan nuansa warna kebiruan, yang menjadi warna kesukaan saya, mudah-mudahan bisa menjadi tempat bagi saya untuk menuangkan apa yang ada dipikiran saya, mudah-mudahan sebuah tulisan sederhana bisa memberikan sejuta inspirasi, hehe.

Penulis yang sedang belajar nulis, mencoba merangkai kata, dan menguraikan hikmah yang di dapat dalam kehidupan penulis, ya, karena semata, penulis yakin, bahwa hidup ini adalah sebuah pelajaran berharga. :)

Ini dia tampilan blog yang kece itu...
Selamat menikmati.


menguraihikmah.blogspot.com