Senin, 13 Oktober 2014

CompFest UI 2014 ! (Part 1)

Alhamdulillah. Hari ini berkesempatan untuk menceritakan kembali pengalaman seru dalam hidup saya. :) Sebuah pengalaman yang sengaja saya abadikan dalam tulisan, agar kelak bisa saya kenang kembali untuk bahan inspirasi, karena ada beberapa pelajaran dan pengetahuan berharga di dalamnya, syukur-syukur juga bisa menginspirasi orang banyak. :) Oh ya, disamping itu, karena memang saya saat ini, sedang belajar menulis. Hehe. Termotivasi juga oleh nasihat Mba Rindu Ade di akun FB-nya, beliau memotivasi kita semua agar membiasakan menulis, 'tulislah segala doa, harapan, dan mimpi. Karena dengan menulis, akan merawat jiwa kita', begitu pesan beliau. :)  Yaah, walaupun tulisan saya belum cukup baik, mudah-mudahan tetap bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. :) Coz, I'm a Writter Wannabe ! insyaAllah

Seperti biasanya, hari Minggu adalah hari yang tidak biasa bagi saya akhir-akhir ini, karena semenjak saat ini, hari Minggu adalah hari yang secara khusus saya manfaatkan untuk mencari pengalaman baru dalam hidup saya, sedikit keluar dari rutinitas mahasiswa yg hampir membosankan, hehe,saya sempatkan diri untuk bisa bertemu dengan teman-teman baru dan mengunjungi tempat-tempat yang memberi nuansa baru, tepat minggu kemarin, saya coba niatkan untuk menghadiri salah satu event besar yang diselenggarakan oleh kampus besar pula,  yaitu CompFest UI 2014. Experience The Incredible ! :)

COMPFEST 2014 !
Sudah tahu tentang event CompFest UI ? Ya, ini adalah event IT tahunan yang diadakan oleh teman-teman fakultas ilmu komputer UI. Saya pikir ini adalah event yang sangat besar, karena kalau dilihat, daftar media partners dan sponsornya bejibun (sangat banyak), wajar, karena memang ini adalah program kerja andalan mereka. Cukup menarik, event ini memperkenalkan kepada kita semua, tentang kebermanfaat teknologi informasi di zaman modern seperti saat ini. Mengusung tema "IT Empowerment For the Next Chapter of Globalization", waahhh, banyak sekali inspirasi untuk anak IT yang saya dapatkan dalam event ini. Mau tahu apa saja? Silahkan disimak... :)

Alhamdulillah saya sampai di Museum nasional pukul 10 pagi. Bermodalkan transportasi publik gratis (baca Busway), walaupun sempat nyasar karena khilaf terlalu larut membaca di dalam bus, tapi alhamdulillah tetap bisa sampai di lokasi di waktu yang sesuai dengan perencanaan. Hmm. Ada waktu sekitar 3 jam pikir saya, untuk mengeksplore event yang satu ini. Ada yang menarik, event ini diselenggarakan di dalam museum, jadi pengunjung, bisa dapat banyak hal sekaligus ketika berkunjung ke Museum Nasional kali ini, hmm, museumnya cukup terawat, dan juga terlihat bersih di dalamnya. Setelah menyempatkan waktu, untuk mengambil foto-foto wajah museum ini, saya pun langsung bergegas masuk, menuju meja panitia untuk melakukan registrasi. Wah, kelihatannya pengalaman kali ini akan sangat seru...

Museum Nasional
Papan Registrasi

Oh ya, event ini terdiri dari serangkain acara yang berlangsung cukup lama, di mulai dari bulan Mei, hingga puncaknya hari ini di bulan Oktober. Langsung saja saya bergegas masuk ke dalam. Dengan dipandu oleh panitia, saya di ajak mengunjungi stand pertama di event festival IT ini. Banyak sekali stand-stand yang menarik di festival ini. Masing-masing menyuguhkan program-program menarik mereka dalam dunia IT, juga dimeriahkan dengan games-games. Ada juga penampilan kompetisi dari berbagai bidang IT seperti Robotic, Programing, Multimedia dan sebagainya. Cuma ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan selama disana, yang sangat membuka wawasan saya dalam perkembangan dunia teknologi informasi hingga saat ini. Ini dia hal-hal menarik yang saya dapatkan....

1. Sumo Robot :)

Push !!!
Ini dia hal yang paling menarik perhatian saya, dan yang paling berhasil membuat saya berdiri cukup lama untuk memperhatikannya. SUMO ROBOT. Ya, seperti yang pembaca pahami dari namanya dan dari gambar yang bisa dilihat disebelah, terlihat 2 robot tengah saling beradu kekuatan, unjuk gigi, siapakan mesin yang paling cerdas di antara keduanya. Ya, ini adalah teknologi, dengan mengimplementasikan ilmu artificial intelligence ke dalam sebuah mesin, kita bisa membuat mesin-mesin layaknya 'hewan' cerdas, yang memiliki sensor dan algoritma-algoritma rumit di dalamnya. Hehe, mulai keluar bahasa anak IT-nya. :) Satu hal yang menarik dari penampilan ini, ternyata, kontestan yang terlibat di dalamnya, adalah anak-anak yang masih begitu muda, bahkan ada beberapa anak yang kelihatannya masih berumu 9-10 tahun, tapi terlihat sudah piawai membongkar pasang motor, dan memukul-mukul palu. Tak, tok, tak, tok. Dahsyat ! Hasyrat mereka untuk bermain, tidak biasa, mereka salurkan melalui mesin-mesin mainannya yang mampu bergerak dengan ilmu-ilmu yang mereka miliki. Hmm, ada satu anak kecil yang menarik perhatian saya, masih muda, lugu, polos, cuma mainannya, ROBOT BESAR yang begitu berisik, hehe, cuma sayang, saya tidak dapat fotonya

Hurry up ! up ! up !
Mereka saling berkompetisi, saling beradu pengetahuan, menunjukkan siapa yang paling gigih, hingga bisa membangunkan sang mesin yang tertidur. Pasion mereka terhadap robot, begitu terlihat dari sorotan mata-mata mereka. Pertandingan berlangsung begitu sehat dan damai, di akhiri dengan salam kehormatan, yang selamat dari nuansa kesombongan. :)

Sumo Robot Battle
Hmm, melihat kompetisi ini, saya jadi teringat, bapak robot yang kita banggakan. Ada yang tau siapa dia? Ayo ngacung? Yah, that's right ! Dia adalah Al-Jazari, sang perintis teknologi robotika. Dari namanya sepertinya kita langsung tersadar, bahwa ini adalah seorang ilmuwan Islam, ya, bukan ilmuwan dari Inggris, Eropa, Amerika ataupun Jepang. Ilmuwan muslim tulen, yang mengabdikan dirinya sebagai seorang ahli teknik mesin di Kerajaan Turki pada zamannya. Hmm, sepertinya kurang lengkap kalau saya belum lampirkan foto ilustrasi beliau, dalam pembahasan yang satu ini. :)

Al-Jazari, Sumber: dakwatuna.com
Robot pencuci tangan otomatis, Sumber: dakwatuna


















Ya, beliau pasti bangga, bahwa ide/ gagasannya dalam dunia robotika, cukup banyak membawa pengaruh yang baik hingga zaman sekarang. Begitupun kita bangga sebagai seorang muslim, karena memiliki sosok seperti beliau. Hmm, ada rencana untuk studi lanjut di bidang ini, kalau memang kedepan berjalan sesuai dengan rencana, insyaAllah ! :)

Oke, beranjak ke lokasi selanjutnya....

2. Statusfan.com

Playground
Nah, ini adalah salah satu jejaring sosial buatan anak Indonesia. Gagasan yang ditawarkan menarik, karena jejaring sosial yang satu ini, diperuntukan secara khusus untuk anak-anak, dan konten yang ditawarkan pun bersifat kekanakan. Berawal dari kegelisahan seorang programmer, yang memperhatikan banyaknya anak kecil yang mengkonsumsi jejaring sosial semisal FB, yang sebetulnya justeru jejaring sosial itu bukan diperuntukkan untuk anak-anak seusia mereka. Hingga mereka pada akhirnya secara terpaksa mengkonsumsi konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya, maka programmer ini pun urun tangan, dengan skill yang dimiliki dan mengajak teman sejawatnya, mereka bangun statusfan ini. Kelihatanya memang masih sangat sederhana, tapi motivasinya insyaAllah sudah ternilai begitu mulia. :)
http://statusfan.com/
Sebagaimana aplikasi baru pada umumnya, maka yang satu ini pun masih harus melalui proses-proses hingga saatnya nanti bisa menjadi jejaring sosial yang memasyarakat. Dibangun hampir 3 tahun, programmer muda yang -- saya lupa tanya namanya -- belajar di Universitas Mercu Buana ini, saat ini tengah fokus untuk mempublikasikan dulu jejaring sosial buatannya dan rekan-rekannya. Sejauh ini terhitung sudah sampai1469 pengguna dari kalangan anak-anak. Hebat ! Menginspirasi ! Mudah-mudahan bisa terus berkembang. Pembaca bisa langsung akses saja situsnya. Kita coba perhatikan, bagaimana perkembangan status jejaring sosial, karya anak bangsa satu ini kedepannya nanti. InsyaAllah, Indonesia bisa !

Alhamdulillah, jam tangan sudah menunjukkan pukul 12 siang, sudah waktunya Dzuhur, hmm, sepertinya kita break dulu pembahasan kali ini. :)

InsyaAllah masih ada kisah selanjutnya di CompFest UI 2014 ! (Part 2). Silahkan ditunggu :)

Sabtu, 11 Oktober 2014

Refleksi Sejenak (Edisi Oktober)

Bismillahirrahmanirrahim.

Hemm, malam minggu enaknya, diisi dengan kegiatan bermanfaat, dan juga bisa mengembalikan motivasi, ya, motivasi yang senantiasa naik turun, namun harus tetap dijaga, dengan apa? Bagi saya, salah satunya bisa dengan mencoba menulis.

Tulisan saya kali ini agak sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena disini, disamping menulis, saya juga sambil mencoba untuk mengevaluasi, atau kerennya mencoba merefleksikan, rencana-rencana apa saja yang akan saya lakukan di bulan Oktober kali ini. Dan ternyata, hmm, begitu banyak sekali rencana-rencana yang akan saya jalani di bulan ini. Hahh, bermodal Bismillah, dan Man Jadda Wajada, semoga saya bisa menjalani itu semua dengan baik. Aamiin. Apa saja rencana saya di bulan ini ? Check this out... :)

1. Lomba Karya Ilmiah
LKTI UNPAD 1435 H
Hah, pengalaman pertama mencoba ikut lomba menulis karya ilmiah, walau sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba-lomba menulis, tapi yang satu ini tetap berbeda, karena tulisan yang satu ini harus berbasiskan pada research/ penelitian, ya, berbeda dengan lomba-lomba menulis sebelumnya, yang hanya bersifat opini dan cenderung bebas dalam penulisannya. Waah, saya mencoba memberanikan diri untuk mengikuti lomba ini, karena lomba kali ini, sejalan dengan salah satu mimpi besar saya, Researcher Wannabe ! :) Disamping juga, karena tema yang diangkat panitia cukup menarik, mengangkat tema tentang al-Qur'an dan IPTEK. Hmm. Da'i dan Mahasiswa banget. :) Sangat menarik ! Cuma memang yang sangat menantang disini, deadline dari panitia ditetapkan tanggal 30 Oktober (3 minggu lagi), dan saya harus membaca banyak sekali literatur, untuk melahirkan sebuah ide/ gagasan briliant ! Bismillah. Man Jadda Wajada ~




2. Registrasi MITI - KM
Logo MITI 
Aha ! Ini adalah salah satu organisasi yang sudah lama menarik perhatian saya, MITI - KM (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia, Klaster Mahasiswa). Organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang Sains dan Ilmu Pengetahuan. Di momen yang pas, ketika tak lama lagi saya akan mengakhiri masa bakti saya sebagai salah satu pengurus di organisasi kampus, LDK MT Al-Khawarizmi, bismillah, mencoba mempercayakan organisasi (baca madrasah) kepada adik-adik penerus yang sholeh/ ah, organisasi yang lebih dari 3 tahun menjadi tempat saya belajar banyak hal, sudah saatnya saya percayakan kepada mereka semua. Dan kini beralih, untuk sebuah tanggung jawab yang tak kalah besar di MITI - KM. Tanggal 15 Oktober adalah tanggal yang saya tunggu-tunggu, karena pasalnya, di tanggal itu akan diumumkan hasil seleksi administrasi dari seluruh mahasiswa yang mendaftar, yang ada di Indonesia, jika lulus, maka masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara dan bertemu dengan mahasiswa pendaftar lainnya. Yaa Raab, Yaa Mujiib, Engkau mengetahui mana yang baik menurut hamba-Mu ini, jika memang MITI adalah tempat yang baik bagi saya sebagai tempat belajar dan berkembang kedepannya, maka mudahkanlah, mudahkanlah jalannya. Aamiin. Bismillah. MITI - KM. Coz, I'm a Researcer Wannabe ! insyaAllah :)

3. Jakarta Marathon bersama TFI

Jakarta Marathon 2014
Hmm, ini adalah event besar yang akan diselenggarakan oleh Ibu Kota kita, dan kampus saya kebetulan menjadi salah satu panitia penyelenggara dari kegiatan ini. Berawal dari motivasi ingin melakukan kegiatan yang, hmmm, sedikit berbeda dari kegiatan-kegiatan yang menjadi rutinitas mahasiswa, sekedar untuk memberi sedikit hiburan ke jiwa dan raga, saya mencoba bergabung ke event ini sebagai panitia dengan JobDesk yang sudah ditentukan. Namun naas, hehe, sampai saat ini status saya masih belum jelas, karena nama saya yang masih belum terdaftar sebagai panitia karena ada alasan keterlambatan dan kompleksitas pendataan. Tapi masih ada secercah harapan, syukurnya dibantu oleh ukh Dini, teman saya di kampus, saya masih mencoba untuk terus 'menggugat' ke TFI, sampai akhirnya, saya dapatkan email dan no. HP ketua TFI-nya. :) (senyum kemenangan). Mudah-mudahan masih ada kesempatan dan diberi kemudahan. :)


4. Wisuda Akbar Indonesia Menghafal (WAIM)

Brosur WAIM 2014
Nah, ini salah satu event yang tidak kalah kece di bulan Oktober ini, event Wisuda Akbar para hafidz/ ah dari Yayasan Darul Qur'an binaan Ust. Yusuf Mashur ini, menghadirkan salah satu qari ternama dalam dunia Islam. Yaitu, Syeikh Mishary Rasyid Alafasiy, dan kebetulan, beliau adalan qari yang paling saya senangi suaranya, ketika mendengarkan muratol al-Qur'an, bahkan saya berusaha meniru-niru suara beliau ketika membaca al-Quran, walaupun hingga saat ini belum bisa juga menandingi suara indah beliau. Ya Allah, keberkahan-Mu senantiasa dilimpahkan bagi mereka-mereka yang senantiasa dekat interaksinya dengan al-Qur'an, adalah suatu nikmat-Mu yang agung, ketika saya bisa bertemu dengan beliau, dan berkumpul dengan para hafidz/ah, bersama, membaca Kalam-Mu nan Agung. Allahummarhamnaa bil Qur'an. Aamin.

Dan masih banyak sekali event-event luar biasa yang sudah menanti di depan mata, semua hadir, sebagai penempaan agar saya siap untuk mencapai mimpi-mimpi besar saya kedepannya. insyaAllah. Sembari menjalani kesibukan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya menjalani ini semua dengan keyakinan, bahwa ini semua bermanfaat dan perlu saya ambil untuk membuat masa muda saya, menjadi lebih berwarna. :) Kalau kata Mas Ahmad Rifa'i Rifan mah,

"Jangan ragu untuk mencoba hal baru, yang seru dan menantang. Selama itu positif, cobalah. Puaskan rasa keingintahuanmu. Jangan sampai kelak saat usiamu sudah senja, kau mengisi hari dalam penyesalan. Bukan karena kegagalan, melainkan karena ketidakberanian melakukan suatu hal di saat usiamu masih muda."

Nice quote mas, sangat motivatif dan inspiratif. :)

Dan saya yakin bahwa ini semua bisa menunjang untuk keberhasilan dimasa depan. Keberhasilan dalam mencapai mimpi-mimpi saya. Semoga semuanya bisa dijalani dengan baik. Bismillah. MAN JADDA WAJADA !

Alhamdulillah.

Ahad, 12:47 AM.
Di Kosan Kesayangan.

Tertanda, Penulis yang baru belajar nulis. :)
Muhammad Angga Muttaqien.

Minggu, 28 September 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir: Go Ahead !


Alhamdulillah, tak terasa sekarang sudah sampai di tingkat akhir. Masa-masa yang paling mendebarkan, paling menentukan, tapi juga paling mengasyikan. Ya, saat ini saya sudah sampai di semester VII, semester terakhir bagi anak TI pada umumnya, dan di semester ini lah, kebanyakan dari mereka, berjibaku untuk menyelesaikan tugas terakhir, tugas yang paling besar dari segala tugas yang pernah diterima selama menjadi mahasiswa, yaitu SKRIPSI. Mohon doanya kawan, semoga kita semua bisa menyelesaikannya dengan baik :D

Begitupun dengan saya, alhamdulillah setelah berusaha menjalankan semester-semester lalu dengan baik, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan tugas saya sebagai mahasiswa lebih cepat, yaitu 3,5 tahun (insyaAllah). Hmm, menyelesaikan kuliah 3,5 tahun, bukan saya ingin cepat-cepat, tapi karena saya ingin bersegera, bersegera mengambil tantangan-tantangan baru yg sudah ada di depan mata saya saat ini, saya ingin menjawab segera semua tantangan itu, untuk bisa mencapai mimpi-mimpi besar saya. :)

Buku oh buku...
Hmm, semester terakhir ini kelihatannya akan menjadi sebuah petualangan yang luar biasa dalam hidup saya, menegangkan, mengasikkan, dan juga sepertinya akan mengharukan. Bagaimana tidak, di semester ini saya akan menghadapi semua mata kuliah advanced yang diterima oleh mahasiswa tingkat akhir, mengambil SKRIPSI sebagai tugas terakhir, menyelesaikan tumpukan buku-buku yang sudah mengantri untuk dibaca (buku oh buku), ya, sepertinya buku akan menjadi makanan saya sehari-hari, sahabat yang begitu setia menemani saya siang dan malam, dan juga di semester ini saya mulai belajar untuk menjadi seorang pengajar, dan di semester ini pula saya akan menyelesaikan amanah saya dan mengakhiri jabatan saya di organisasi, dan... banyak lagi janji-janji saya sebagai mahasiswa yang sudah saya deklarasikan, Ya Allah, semoga bisa saya tunaikan semua dengan baik di semester ini. Aamiin Yaa Rabb, bimbinglah hambamu ini...

Ya Allah, semoga saya bisa menuntaskan semuanya dengan baik, meninggalkan semuanya dengan sebuah keteladanan yang baik, bimbinglah hambamu ini Ya Allah, kuatkanlah langkah kaki hamba, agar bisa tetap semangat dalam memperjuangkan mimpi-mimpi yang sudah ditekadkannya, mimpi agar kelak bisa menjadi seorang pengajar yang bisa mendidik dan mengajarkan ilmu dengan baik, agar kelak bisa menjadi seorang penulis, yang mampu berbagi cerita dan kisah-kisah inspiratif nan bermanfaat, agar kelak bisa menjadi seorang peneliti yang sangat menghormati ilmu pengetahuan dan bisa menerbarkan kebermanfaatan yang ada di dalamnya, bagi umat manusia, bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia... Aamiin. (Mohon doanya)

I'm a Lecturer, Writer and Researcher Wanna Be ! Insya Allah. :)

Bismillah, Aamiin Yaa Raab...

My Blog

Alhamdulillah, kini blog saya tampil dengan pesona terbaru (setelah berpuluh2 kali bongkar-pasang). Lebih simple, praktis dan elegan. Blog dengan nuansa warna kebiruan, yang menjadi warna kesukaan saya, mudah-mudahan bisa menjadi tempat bagi saya untuk menuangkan apa yang ada dipikiran saya, mudah-mudahan sebuah tulisan sederhana bisa memberikan sejuta inspirasi, hehe.

Penulis yang sedang belajar nulis, mencoba merangkai kata, dan menguraikan hikmah yang di dapat dalam kehidupan penulis, ya, karena semata, penulis yakin, bahwa hidup ini adalah sebuah pelajaran berharga. :)

Ini dia tampilan blog yang kece itu...
Selamat menikmati.


menguraihikmah.blogspot.com

Senin, 01 September 2014

S2/ Kerja ? (Kulwit)

by Ridwansyah Yusuf (@udayusuf)

Tema kita utk 1 jam kedepan ttg "antara kuliah S2 atau kerja". Buat kamu fresh grad yg masih blm menentukan pilihan arah  #S2/kerja

1. Antara kuliah S2 atau Kerja. Ini pilihan yg kerap ditemui oleh para freshgrad. Kamu mengalaminya kah? #S2/Kerja

2. Wajar. Dgn persaingan kerja spr skrg. Memiliki gelar dan ilmu S2 memberikan nilai tambah. Plus waktu lbh utk memikirkan rencana hidup

3. Banyak mahasiswa yg ketika kuliah S1 terlalu fokus ke studi shg lupa apa rencana pasca studinya. #S2/Kerja

4. Pdhl inti dr kuliah S1 adalah menyiapkan diri menghadapi dunia nyata. Yg terkadang beda dr apa yg diajarkan dosen. #S2/Kerja

5. Suasana kuliah yg ideal kerap sulit ditinggalkan. Shg dgn label mahasiswa kita jd nyaman dan percaya diri. #S2/Kerja

6. Apalagi kalau kuliah S2 nya di luar negeri dan dpt beasiswa. Beuh. Penghasilan mendadak 15 jt per bulan. Bahkan lbh. #S2/Kerja

7. Saya dikasi beasiswa dulu sekitar 1000 euro plus kerja sana sini dptlah tambahan 200 euro. Hampir 20 jt kan. ? #S2/Kerja

8. Shg drpd kerja di perusahaan dgn gaji 3-5 jt mending kuliah. Udah enak. Dpt duit. Dpt ilmu. Bisa jalan jalan. Nah itu logika yg dipakai

9. Tp logika tsb tak bisa di benarkan seutuhnya. Kita kan hidup ga hanya utk kuliah. Tp jg perlu berkarya. #S2/Kerja

10. Banyak cerita skrg anak muda S1 langsung S2 langsung S3 lalu post doc dan tak habis habisnya. #S2/Kerja

11. Mungkin utk ilmu sainstek itu oke ya. Tp bagi saya yg berkecimpung ilmu sosial. Itu bisa jd masalah. Realitas bukan ada di lab #S2/Kerja

12. Nah saya ingin memulai diskusi dgn mengatakan bahwa pun kamu memilih kuliah lagi itu bukan karena kamu gak dpt kerjaan. #S2/Kerja

13. Tapi krn kamu memang benar benar perlu kuliah sbg bagian dr rencana hidup kamu. #S2/Kerja

14. Ada yg mengatakan dgn kita langsung kuliah kita bisa memanfaatkan masa muda. Kalau uda kerja males kuliah lagi. #S2/Kerja

15. Catatan : kerja ini bisa berarti sbg profesional, self employed atau business ya. Jd jgn dlm arti sempit

15. Tp ada jg yg mengatakan dgn kerja dulu. Saat nanti kuliah kita jd lbh matang dlm merefleksikan temuan kita. #S2/Kerja

16. Dua cara pandang ini menurut saya ada benarnya. Tinggal kita sesuaikan dgn rencana kita. Pertanyaan : kamu mau jadi apa ? #S2/Kerja

17. Sebutlah kamu ingin jd profesional di bidang Migas. Bagus mulai dgn bekerja di perusahaan besar. Belajar sistem dan etos kerja #S2/Kerja

18. Perusahaan migas biasanya jg punya skema di sekolahkan ke luar negeri dgn fasilitas menjanjikan. Itu opsi menarik bukan? #S2/Kerja

19. Atau kamu seorang ilmuwan eksak murni (MiPA). Bisa jd dgn S2 langsung kamu bisa ter exposure etika penelitian kelas dunia. #S2/Kerja

20. Atau kalau kamu mau jd politisi. Bisa jd kamu butuh S2 hanya tuk sekedar pengakuan internasional. Maka cari program master yg singkat

21. Kamu alumnus fakultas hukum. Pengen jd pengacara. Bagus kamu masuk firma hukum terkemuka. Dan pelajari dgn baik cara kerja baru S2.

22. Kamu dr antropologi/sosiologi/sejarah. Bagus kamu keliling Indonesia dulu baru S2. Biar paham dgn matang. #S2/Kerja

23. Saya dulu 1.5 tahun bekerja sbg peneliti di ITB sblm lanjut S2. Ternyata saya msh merasa minim pengalaman. Jd analisa di thesis terbatas

24. Pembimbing thesis saya bahkan mengatakan dia berharap saya jgn langsung S3. Agar saya lbh bijak dlm mengamati fenomena.

25. Bahkan sebenarnya dia mengatakan "you don't need a PhD to achieve your dreams".  #S2/Kerja

26. Nah. Kamu berada di posisi yg mana kawan? Butuh ga sih S2? Atau itu cuma sekedar gaya gayaan kamu atau pelarian kamu aja? #S2/Kerja

27. Bener ga mau langsung kerja padahal kamu punya potensi mengembangkan keilmuan kamu dgn langsung S2? #S2/Kerja

28. Dan kamu mau jadi apa di 5 atau 10 tahun mendatang. ? #S2/Kerja

29. Tiga pertanyaan ini perlu di jawab buat kamu sblm menentukan. Kita memilih sesuatu perlu dgn alasan. Dan alasan ith dtg dr diri sendiri

30. Banyak mahasiswa yg disorientasi selepas wisuda. Jd orangtuanya memutuskan utk mengkuliahkan saja anaknya. Biar ada kerjaan. #S2/Kerja

31. Atau fenomena salah jurusan. Merasa tdk cocok kuliah S1 nya maka cari S2 utk memenuhi rasa penasarannya. #S2/Kerja

32. Meski perlu saya akui. S2 beda jurusan bisa jd opsi buat kamu yg mmg mau beralih bidang aktivitas. #S2/Kerja

33. Percayalah titel S2 tdk akan membuat kamu kaya atau sukses. Tp cara pandang kmu thd hiduplah yg akan membuatmu sukses. #S2/Kerja

34. Ada baiknya pertanyaan ttg #S2/Kerja ini kamu bisa jawab ketika akan memulai tingkat 4 perkuliahan.

35. Jd yg mau kuliah lagi bisa siapin TOEFL sejak dini. Dan yg mau kerja bisa latihan bikin CV dgn baik. Jd matang deh.

36. Kalau kita memilih antara #S2/Kerja krn kita tak punya pilihan saat itu kan rasanya sayang ya.

37. Hati pengen kuliah lagi. Tp ternyata bahasa inggris blm bagus dan ipk jeblok. Baru sadar abis wisuda. Ya telat. #S2/Kerja

38. Meski secara pribadi. Saya menyarakan kawan kawan muda utk setidaknya mencicipi kuliah di luar negeri. 1-2 tahun master cukup. #S2/Kerja

39. Persaingan sumber daya manusia semakin ketat. Dan buat kamu yg mau jd profesional. Punya ilmugelar S2 jd nilai tambah. #S2/Kerja

40. Tp lbh dr itu. Pengalaman hidup di luar negeri adalah pematangan cara berpikir yg sangat baik. Wawasan bertambah. Cara pandang global.

Kegalauan tahap selanjutnya itu ya antara lanjut S3 atau berkarya? #S3/karya

41. Karena bbrp kawan kita pasca S2 juga galau mau lanjut S3 atau berkarya dulu. Nah ini buat kamu kawan kawan ku tercinta hehe #S3/karya

42. Banyak yg pas S2 lagi lagi cuma fokus kuliah dan terjebak pd kenyamanan dunia intelektual. #S3/karya

43. Dunia akademik ini kan asik bener. Kerja penelitian dan buat tulisan di kasi duit pula. #S3/karya

44. Buat yg peneliti sosial. Bahkan scr mudah kerjaannya ya memgamati fenomena dan membuat kesimpulan atas fenomema. #S3/karya

45. Sambil sesekali mengkritik bangsa sendiri knp ga spt negara tempat dia kuliah tp gak mau balik ke Indonesia hehe bingung yee. #S3/karya

46. Itu yg saya acapkali sebut sbg penyakit para 'diaspora'. Berasa paling pinter tp gak mau berkeringet bangun bangsa.  #S3/karya

47. Mungkin diras sdh cukup berkorban utk bangsa dgn hidup nyaman sambil berkuliah di luar negeri #S3/karya

48. Sama pola nya spt antara S2/kerja. #S3/karya jg perlu mempertimbangkan rencana hidup.

49. Kalau kamu mmg mau jd dosen/akademisi/peneliti murni. Bisa jd langsung S3 jd opsi. #S3/karya

50. Di luar negeri. PhD itu berserakan. Krn mmg negara maju sdh apresiasi research and development. Gila2an duitnya. #S3/karya

51. Shg jgn aneh bila melihat banyak orang yg bekerja di bidang profesional dan sdh PhD. Biasanya bermula dr tim riset nya. #S3/karya

52. Meski ya; kolega senior saya di ITB menyarankan saya tdk langsung S3. Diminta perkaya pengalaman dulu. #S3/karya

53. Biar apa? Biar tdk jd akademisi textbook. Penting jg itu. Apalagi buat ilmu sosial. #S3/karya

54. Ada pengamatan saya. Mereka yg fasttrack S1 sampai S3 non stop punya kecendrungan angkuh akan pekerjaan. Pilih pilah maunya enak

55. Jd kalau kerjaan ga sesuai bidang spesifik dia. Maka dia ga mau krn alasan percuma ilmunya. Hehe #S3/karya

56. Kalau bikin bisnis? Itu opsi menarik. Tp kelamaan di kampus buat insting bisnis kita jd tumpul. #serius #S3/karya

57. Mmg sih ada akademisi yg proyektan atau istilahnya dosen terbang. Terbang kemana mana cari duit hehe #S3/karya

58. Bagaimana dgn berkarya? Ini opsi bagus utk buktikan gelar master kamu bermanfaat utk bangsa. #S3/karya

59. Kecendrunga mereka yg berkarya dgn titel master itu lbh cerdas, lebih gesit, dan mau belajar hal baru. Blm sombong bgt lah #S3/karya

60. Shg pekerjaan apapun meski bukan bidang khusus dia tp dia msh bisa kerjakan akan dikerjakan. #S3/karya

61. Ditambah lagi dgn semangat start up business yg msh potensial. Melihat di luar negeri demikian. Banyak master yg bikin bisnis #S3/karya

62. Keunggulan master bikin start up adalah dia lbh pede ketemu klien dan bisa pede pekerjakan fresh grad S1. #S3/karya

63. Yg fresh grad S1 pun jd bersemangat krn termotivasi utk bisa S2 keluar pasca kolaborasi dgn si master ini  #S3/karya

64. Shg mobilitas para master grad ini perlu di dorong agar bisa membangun bangsa ini. #S3/karya

65. Selain itu tentunya jd profesional pasca dpt international exposure. Energi besar utk dorong perusahaan jd maju. #S3/karya

66. Perusahaan kan perlu anak muda udah master luar negeri utk penyegaran. Ini memungkinkan utk cepat naik posisi karir menjanjikan.

67. Nah yg tak kalah kerennya adalah mereka yg abis dpt gelar MA/MSc/Mphil lalu mendaftar sbg PNS  bangun birokrasi negeri. #S3/karya

68. Saya beri jempol lah. Birokrat kita butuh donk master tamatan luar yg potensial agar terus berbenah. #S3/karya

69. Setau saya beasiswa StuNed ke NL dan ADS ke Oz itu punya target PNS. Bagian penyegaran birokrasi. #S3/karya

70.Tinggal bagaimana pemerintahnya yg mengoptimalkan potensi besar ini.Ratusan alumnus luar negeri masuk ke birokrat tiap tahunnya #S3/k

Freelancer, Technopreneur, atau IT Professional

Bagi anda yang bekerja di bidang IT pasti timbul di benak anda akan jadi apa anda ketika lulus. Ada tiga pilihan jika kita ingin bekerja di bidang IT yaitu Freelancer, Technopreneur, atau IT Professional. Mari kita bahas satu persatu tentang keuntungan dan kerugian dari ketiga kategori tersebut. Check this out !

IT - JOB

IT - QUADRANT
selengkapnya: http://muhammadyasin89.blogspot.com/2014/02/freelancer-tecnopreneur-atau-it.html

COMPFEST 2014 !

Grab it fast ! Fastabiqul Khaiyrat !